Lebaran, lebaran dan lebaran. Sebetulnya merupakan sebuah moment yang pass untuk keluarga ngumpul saling maaf memaafkan, sungkem sana sungkem sini, wisit sana wisit sini. Tapi tidak buat keluarga saya yang agaknya bisa di pastikan setiap tahunnya, kepala keluarga yang merupakan gembong duit tak pernah bisa berkumpul saat moment yang terjadi setahun sekali. Sedikit mengiris hati, tapi sudah biyasa seperti ini jadi sudah tradisi. Alasan pekerjaan yang "ngelembur" adalah alasan yang utama (katannya sih gitu) jadi, si kapten keluarga hanya bisa berkumpul setelah lebaran usai. Sempat terpikir, kapan keluarga saya utuh berkumpul dalam lebaran? dan saya jawab sendiri.. mungkin kapan-kapan. Maklumi saja, karna orang tua metropolitan hanyalah budak kesibukan!! Jengkel sih iya, tapii.. ya sudahlah!!
Nampaknya terhitung olehku sudah 18 tahun lamannya tradisi ini terjadi, kondisi orang tua yang sejak 18 tahun yang lalu memutuskan untuk melakukan LDR antara kota metropolitan dengan kota dua kelinci cukup memberikan kesan tersendiri. Salut buat babe, dan ibuk yang selama bertahun bisa mengawetkan hubungan LDR. Ga bisa kebayang pahit manisnya selama LDR, dan ga kebayang sama sekali, betapa lama semua ini terjadi hingga aku segede ini. Hey dad we miss you so much :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar