Selasa, 04 September 2012

"Cerita untuk Tuhan"

 Menginjak kedewasaan, aku mulai bertanya padamu tuhan tapi maap mungkin dalam cerita saya nantinya agak sedikit sensi. Masalah remaja yang kerap saya temukan adalah masalah perasan dan cinta, tuhan tau kan karna semua itu hanya tuhan yang menuliskan semua kisah-kisa yang ada di dunia ini. Tuhan memberikan rasa perasaan dimana adam dan hawa saling mengasihi dan mencintai, tuhan juga memberikan tali pasangan supaya mereka terlihat serasi. Dalam kehidupan nyata yang saya lihat dari seorang teman yang menurut saya dia cewek yang cantik, tapi dalamnya hati saya tak tau. Menurut saya cewek ini selalu beruntung, dalam masalah perasaan cinta dan cinta, bahkan urusan pacaran dia selalu gonta ganti pacar. Apa tuhan tau, dengan kelebihan yang dia miliki malahan dia menyalahgunakannya, dia bahkan bisa memacari cowok sampai 5 sekaligus dan tanpa menimbulkan kesalahan yang fatal. Mempermainkan seorang anak manusia bukankan itu engkau larang tuhan? tapi kenapa engkau berikan kelebihan kepada dia, sedangkan yang diluar sana ada lho seseorang yang begitu tulus akan mencintai tapi kisahnya selalu seret. Bagiku merasa iri pastinya adalah.
Satu lagi tuhan, teman saya yang merajut kisah dengan dua lelaki dan pada akhirnya dia terjebak. Menjalani kisah yang serius dengan dua lelaki sekaligus, dan yang aku lihat tak pernah imbang selalu berat sebelah. Tuhan tau, dalam kisah mereka itu akhirnya salah satu dari anak manusia itu harus terluka, mengalah mengorbankan teman saya itu untuk saingannya.. Maap tuhan, aku merasa iba jika tau kisahnya yang kau tulis berakhir seperti ini. Dan mengapa kisah yang engkau tulis sampai dengan detik-detik pernikahan? sungguh tuhan saya kasihan dengan kisah yang engkau tulis. Semestinya engkau menuliskan kisah mereka setengah jalan saja, jangan sampai masa-masa yang serius seperti pernikahan. Sedikit cerita untuk mu tuhan semoga semuanya akn baik baik saja.

Kadang umat yang engkau berikan kemudahan, tapi pada akhirnya disalahgunakan juga.
Umat yang engkau berikan kerumitan, akhirnya ya seret juga.
hadeh... =="

Tidak ada komentar:

Posting Komentar